Perlawanan Masyarakat Nusantara Pada Hegemoni Belanda Abad 17-18
Keywords:
Perlawanan Masyarakat Nusantara; Hegemoni Belanda; Perang Mataram; Perang Tondano; Perang MakassarAbstract
Berbagai bentuk perlawanan masyarakat Nusantara terhadap hegemoni Belanda (VOC) terjadi tak hanya di satu daerah di Indonesia kala itu. Seluruh wilayah Nusantara ikut andil dalam pertarungan melawan kolonialisme. Maka dari itu, tujuan utama dari penulisan artikel ini untuk menjelaskan secara rinci mengenai bentuk perlawanan di beberapa daerah seperti Perang Mataram di Jawa, Perang Tondano di Sumatera Utara serta bentuk perlawanan dari beberapa kerajaan di Sulawesi Selatan. Data diambil menggunakan metode studi pustaka yang merupakan suatu pendekatan yang digunakan dalam penelitian untuk mengumpulkan informasi dari berbagai sumber tertulis seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dan dokumen lainnya. Penulisan ini menjelaskan bahwa Perang Mataram adalah konflik antara Raja Jawa dan Republik Belanda (VOC) pada tahun 1628-1629 di Filipina. Konflik ini memiliki dampak yang signifikan terhadap Raja dan rakyat Jawa, karena tidak hanya memonopoli perdagangan tetapi juga mempengaruhi urusan internal kerajaan. Perang Tondano adalah perlawanan rakyat Minahasa melawan Belanda yang ingin menguasai beras dan membangun tempat tinggal di Minahasa. Perlawanan masyarakat Sulawesi Selatan bermula karena Raja Gowa (Sombayya ri Gowa) ini menentang keras usaha-usaha Belanda untuk menjadi penguasa di Sulawesi Selatan.


