EKONOMI PERKEBUNAN NUSANTARA TAHUN 1830-1930: AFDELING MALANG SEBAGAI JANTUNG KOPI
Keywords:
Ekonomi Kolonial, Afdeling Malang, KopiAbstract
Penelitian ini membahas dinamika ekonomi perkebunan di Nusantara pada rentang waktu 1830-1930 dengan fokus utama Afdeling Malang sebagai salah satu pusat produksi terpenting pada masa kolonial Belanda. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran secara signifikan perkebunan kopi dalam struktur ekonomi kolonial Belanda beserta dampaknya terhadap perubahan sosial-ekonomi pada masyarakat sekitar. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memahami dan menganalisis bagaimana Afdeling Malang berkembang pesat menjadi jantung produksi kopi di Jawa Timur khususnya dan Nusantara pada umumnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan historis dari studi pustaka sebagai teknik utama pengumpulan sumber data. Sumber data yang dianalisis meliputi buku, jurnal penelitian, arsip kolonial, dokumen pemerintah Hindia Belanda, serta laporan perkebunan. Hasil temuan menunjukkan bahwa keberhasilan Afdeling Malang menjadi produksi jantung kopi tidak terlepas dari pengaruh iklim dan letak geografis yang mendukung dalam produktifitas. Serta adanya dukungan infrastruktur kolonial dan kebijakan tanam paksa pada awal abad 19. Selain itu adanya keterlibatan perusahaan-perusahaan swasta Belanda dalam ekspansi lahan serta pengelolaan tenaga kerja lokal. Afdeling malang menjadikan peran vital dalam ekonomi kopi kolonial dan menjadikannya representasi tentang bagaimana kekuatan ekonomi kolonial yang membentuk lanskap lahan pertanian dan masyarakat lokal pribumi Jawa Timur.


