INTERAKSI ETNIS TIONGHOA DI KOTA MALANG (ABAD KE-18 – AWAL ABAD KE-20): SEBUAH POTRET RELASI SOSIAL-BUDAYA YANG KOMPLEKS
Keywords:
interaksi sosial, kolonialisme, etnis Tionghoa, Belanda, pribumi, Kota MalangAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika hubungan antara etnis Tionghoa, Belanda, dan pribumi di Kota Malang pada masa kolonial. Metode yang digunakan adalah studi literatur, dengan menganalisis berbagai sumber historis seperti arsip, dokumen pemerintah kolonial, serta kajian akademik sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antar etnis dibentuk oleh struktur sosial kolonial yang hierarkis, di mana Belanda mendominasi bidang politik dan administrasi, Tionghoa memainkan peran penting dalam sektor ekonomi, dan pribumi berada dalam posisi subordinat. Meskipun relasi antaretnis ditandai oleh segregasi sosial dan diskriminasi, dalam beberapa konteks seperti aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari, muncul interaksi pragmatis yang menunjukkan adanya pola ketergantungan antar kelompok. Temuan ini menegaskan pentingnya perspektif historis dalam memahami pembentukan pola hubungan sosial multietnis di Indonesia, sekaligus memberikan refleksi kritis terhadap isu-isu kebhinekaan di masa kini.


