Dinamika KeturunanPortugis di Nusantara: Kaum Mardijker dan Orang Topas di Larantuka Abad XVI-XVIII

Authors

  • Muhammad 'Afwan Mufti Universitas Negeri Malang
  • Miftakhul Munir Universitas Negeri Malang

Keywords:

Keturunan Portugis; Mardijker; Topas

Abstract

Penelitian ini mengkaji dinamika komunitas keturunan Portugis di Nusantara pada abad ke-16 hingga abad ke-18, dengan fokus pada komunitas Mardijker di Kampung Tugu (Batavia) dan Orang Topas di Larantuka (Flores). Latar belakang masalah penelitian ini adalah kurangnya penelitian mendalam mengenai keberlanjutan warisan Portugis di dua komunitas campuran ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap proses hibridisasi budaya, struktur sosial-politik, dan peran ekonomi kedua kelompok tersebut pada masa penjajahan Portugis dan Belanda. Metode yang digunakan adalah penelitian sejarah; termasuk heuristik (pengumpulan arsip, kronik, catatan pelaut Eropa), verifikasi keaslian sumber, interpretasi fakta dalam kerangka sosio-ekonomi-politik, dan historiografi untuk penyusunan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mardijker di Kampung Tugu mengembangkan identitas budaya yang unik melalui kombinasi agama Katolik-Protestan, bahasa Kreol Portugis-Melayu-Belanda, dan tradisi musik keroncong, yang dipertahankan meskipun telah terjadi asimilasi dengan masyarakat Betawi. Sementara itu, Topas di Larantuka, yang dipimpin oleh keluarga da Costa dan da Hornay, membentuk poros ekonomi-politik mereka sendiri: bermitra dengan penguasa lokal, memonopoli perdagangan kayu cendana, dan membendung ekspansi VOC dan sisa-sisa kekuasaan Portugis.

Downloads

Published

2025-08-09

How to Cite

Mufti, M. ’Afwan, & Munir, M. (2025). Dinamika KeturunanPortugis di Nusantara: Kaum Mardijker dan Orang Topas di Larantuka Abad XVI-XVIII. Journal of Economics, Education, Business and Managements, 1(02), 1–9. Retrieved from https://www.journal.penmudin.com/index.php/JEEBM/article/view/10

Issue

Section

Articles